Contoh Proposal Penelitian

PROPOSAL PENELITIAN

  1. A.    JUDUL :

Pengaruh meningkatnya Pekerja Seks Komersial terhadap penyakit kelamin dan lingkungan sosialnya di Kabupaten Batang.

 

  1. B.    LATAR BELAKANG

Prostitusi merupakan fenomena yang sudah ada sejak lama di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Prostitusi di Indonesia bermula sejak zaman kerajaan kerajaan Jawa yang menggunakan komoditas wanita sebagai bagian dari sistem feodal (Hull, 1998:1). Fenomena prostitusi hingga kini masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah, baik upaya preventif maupun upaya yang bersifat represif untuk menanggulangi masalah prostitusi belum menampakkan hasil maksimal hingga kini. Belum adanya satu program terpadu dari pemerintah untuk mengatasi masalah prostitusi menyebabkan fenomena wanita pekerja seks komersial terus tumbuh dengan subur, yang dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah wanita pekerja seks komersial setiap tahunnya. Praktik prostitusi yang dilakukan secara terang-terangan hingga praktik prostitusi terselubung.

Beberapa wanita pekerja seks komersial menikmati perannya sebagai wanita pekerja seks komersial. Pekerja seks komersial dianggap sebagai pekerjaan yang menjanjikan karena dengan menjadi wanita pekerja seks komersial, uang dapat dengan mudah diperoleh sehingga kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi, namun dibalik itu semua, wanita pekerja seks komersial mengalami konflik dalam dirinya. Koentjoro (1996:50) mengemukakan bahwa wanita pekerja seks komersial selalu mengalami konflik dalam dirinya, baik konflik kepentingan antara rasa membutuhkan uang dan perasaan berdosa, atau juga karena adanya perasaan tidak aman akan statusnya sebagai pekerja seks komersial dalam masyarakat.

Banyaknya resiko yang harus dihadapi juga dapat memicu munculnya konflik dalam diri wanita pekerja seks komersial. Resiko yang dihadapi wanita pekerja seks komersial berasal dari resiko fisik dan resiko seksual, maupun resiko sosial. Resiko fisik dan resiko seksual yang dihadapi wanita pekerja seks komersial antara lain berhubungan dengan resiko penularan penyakit kelamin menular seksual dan resiko kehamilan. Selain itu kekerasan juga bisa terjadi dalam prostitusi.

Kehidupan seorang wanita pekerja seks komersial merupakan fenomena yang tidak dapat diterima sebagian kalangan masyarakat. Wanita pekerja seks komersial dipandang sebagai mahluk yang menyandang stereotip negatif dan dianggap tidak pantas menjadi bagian dari masyarakat. Koentjoro (1996 : 50) mengemukakan bahwa wanita pekerja seks komersial merasa tidak aman pada statusnya sebagai wanita pekerja seks komersial dan merasa khawatir apabila statusnya diketahui masyarakat. Hutabarat (2004 : 76) dalam penelitiannya menemukan bahwa adanya keinginan untuk tidak diasingkan dari lingkungan menyebabkan wanita pekerja seks komersial menutupi status sebagai wanita pekerja seks komersial dengan berpura-pura menjadi anggota masyarakat biasa sehingga interaksi dengan lingkungan sekitar tetap terjaga.

Di Kota Batang sendiri kegiatan prostiusi sama halnya dengan prostitusi di kota lain, illegal namun sangat menjamur dapat dengan mudah ditemukan dan dijumpai seperti cendawan di musim hujan. Baik secara terang-terangan atau pun berkedok tempat usaha seperti tempat karaoke, tempat pijat dll. Biasanya seorang perempuan pekerja seks komersial tidak mau menjelaskan secara terang-terangan bahwa dirinya adalah seorang pekerja seks komersial namun menutupinya dengan bekerja di suatu tempat. Karena masyarakat Batang masih menjunjung nilai-nila dan norma sosial yang berlaku.

Bertolak dari uraian di atas peneliti tertarik untuk mengambil judul penelitian “Pengaruh meningkatnya Pekerja Seks Komersial terhadap penyakit kelamin dan lingkungan sosialnya di Kabupaten Batang.”

 

  1. C.    RUMUSAN MASALAH

Adapun permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Seberapa besar pengaruh meningkatnya pekerja seks komersial dengan meningkatnya penyakit kelamin?
  2. Apakah ada pengaruh meningkatnya pekerja seks komersial terhadap lingkungan sosialnya?
  1. D.    VARIABEL PENELITIAN
    1. Variabel bebas: meningkatnya pekerja seks komersial
    2. Variabel terikat: penularan penyakit kelamin dan lingkungan sosialnya
  1. E.     HIPOTESIS PENELITIAN
    1. Hipotesis kerja (Hk)

Ada pengaruh meningkatnya pekerja seks komersial terhadap penyakit kelamin dan lingkungan sosialnya di Kabupaten Batang.

  1. Hipotesis nol (Ho)

Tidak ada pengaruh meningkatnya pekerja seks komersial terhadap penyakit kelamin dan lingkungan sosialnya di Kabupaten Batang.

  1. F.     TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh meningkatnya pekerja seks komersial dengan meningkatnya penyakit kelamin.
  2. Untuk mengetahui adakah pengaruh meningkatnya pekerja seks komersial terhadap lingkungan sosialnya.

 

  1. G.    MANFAAT PENELITIAN
    1. Manfaat Teoritis
    2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
    3. Memberikan sumbangan konseptual bagi penelitian sejenis.
    4. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi lembaga terkait yaitu pemerintah kabupaten Batang sebagai informasi terkait masalah meningkatnya PSK terhadap penyakit menular.

  1. H.    PENEGASAN ISTILAH
    1. Pekerja seks komersial

Prostitusi yaitu penjualan jasa seksual, seperti seks oral atau hubungan seks, untuk uang. Menurut Kartono ( 1992 : 183) PSK adalah wanita yang mempunyai kebiasaan melakukan hubungan seks di luar perkawinan dengan beganti-ganti pasangan dengan maksud mendapatkan imbalan berupa uang ataupun barang.

  1. Penyakit Kelamin

Penyakit kelamin adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh kuman yang ditularkan melalui hubungan seks oral maupun melalui hubungan kelamin. Jenisnya bermacam-macam, dari gonorhea, sifilis, herpes, HIV/AIDS, dll

  1. Batang

Kota Batang merupakan salah satu kabupaten di pantura (pantai utara) di provinsi Jawa Tengah. Karena itu segala aktivitas darat di pulau jawa melewati Batang. Dari transportasi hingga pengiriman barang.

  1. I.        TINJAUAN PUSTAKA
    1. Pekerja Seks Komersial

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sri Kinasih (2007) mengenai Hubungan Kerja antara Pekerja Seks Komersial dengan Induk Semang di Lokalisasi Lorong Indah Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Lokalisasi Lorong Indah merupakan tempat pindahan atas ditutupnya lokalisasi-lokalisasi disekitarnya. Awalnya lokalisasi tersebut bernama Nglorok yang diambil dari nama sebuah blok sawah yang ada di Desa Margorejo. Namun lambat laun namanya berganti menjadi Lorong Indah agar mudah diingat dan lebih menjual.

Dalam penelitian yang dilakukan Sri Kinasih (2007) disebutkan bahwa pelaku yang terlibat dalam lokalisasi Lorong Indah tersebut antara lain PSK, Induk Semang, dan pelanggan yang umumnya merupakan masyarakat dari luar desa Margorejo. Di lokalisasi Lorong Indah terdapat fasilitas-fasilitas yang cukup lengkap layaknya tempat hiburan dan pariwisata. Seperti warung, tempat karaoke, areal parker, toko kecil, tukang ojek dan lain-lain.

Menurut Kartono ( 1992 : 183) WTS adalah wanita yang mempunyai kebiasaan melakukan hubungan seks di luar perkawinan dengan beganti-ganti pasangan dengan maksud mendapatkan imbalan berupa uang ataupun barang tanpa imbalan sekalipun.

Pekerja seks komersial adalah seseorang yang menjual jasanya untuk melakukan hubungan seksual untuk uang. Di Indonesia pelacur (pekerja seks komersial) sebagai pelaku pelacuran sering disebut sebagai sundal atau sundel. Ini menunjukkan bahwa prilaku perempuan sundal itu sangat begitu buruk hina dan menjadi musuh masyarakat, mereka kerap digunduli bila tertangkap aparat penegak ketertiban, Mereka juga digusur karena dianggap melecehkan kesucian agama dan mereka juga diseret ke pengadilan karena melanggar hukum. Pekerjaan melacur atau nyundal sudah dikenal di masyarakat sejak berabad lampau ini terbukti dengan banyaknya catatan tercecer seputar mereka dari masa kemasa. Sundal selain meresahkan juga mematikan, karena merekalah yang ditengarai menyebarkan penyakit AIDS akibat perilaku sex bebas tanpa pengaman bernama kondom.

Pelacur adalah profesi yang menjual jasa untuk memuaskan kebutuhan seksual pelanggan. Biasanya pelayanan ini dalam bentuk menyewakan tubuhnya. Di kalangan masyarakat Indonesia, pelacuran dipandang negatif, dan mereka yang menyewakan atau menjual tubuhnya sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Ada pula pihak yang menganggap pelacuran sebagai sesuatu yang buruk, malah jahat, namun toh dibutuhkan (evil necessity). Pandangan ini didasarkan pada anggapan bahwa kehadiran pelacuran bisa menyalurkan nafsu seksual pihak yang membutuhkannya (biasanya kaum laki-laki); tanpa penyaluran itu, dikhawatirkan para pelanggannya justru akan menyerang dan memperkosa kaum perempuan baik-baik. Salah seorang yang mengemukakan pandangan seperti itu adalah Augustinus dari Hippo (354-430), seorang bapak gereja. Ia mengatakan bahwa pelacuran itu ibarat “selokan yang menyalurkan air yang busuk dari kota demi menjaga kesehatan warga kotanya.”

Istilah pelacur sering diperhalus dengan pekerja seks komersial, wanita tuna susila, istilah lain yang juga mengacu kepada layanan seks komersial. Khusus laki-laki, digunakan istilah gigolo. (http://id.wikipedia.org)

  1. Penyakit Kelamin

Penyakit hubungan seksual (PHS) adalah kelompok penyakit infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual. Yang termasuk dalam PHS adalah Sifilis, Gonore (GO), Chlamydia (limfogranuloma venerium), herpes genitalis, kondiloma akuniminata, dan kutu kemaluan (public lice). Penularan PHS umumnya adalah melalui hubungan seksual(90%), sedangkan cara lainnya yaitu melalui tranfusi darah, jarum suntik, ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, dan lain-lain. Sumber penularan utama adalah wanita pekerja seksual (80%). PHS sering juga disebut penyakit kelamin, penyakit veneral, ataupun penyakit menular seksual (PMS).

  • Macam-macam penyakit menular
  1. Sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan menahun walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun, tapi masih merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh termasuk sistem peredaran darah, syaraf dan dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, sehingga menyebabkan kelainan bawaan kepada bayi tersebut. Sifilis sering dikenal sebagai lues, raja singa.

  1. Gonoroe (Go)

Gonore adalah PMS yang paling sering ditemukan dan paling mudah ditegakkan diagnosisnya. Nama awam penyakit kelamin ini adalah ”kencing nanah”.

  1. Limfogranuloma Venerium atau bonen

Masa inkubasi 1-4 minggu pada tempat masuknya mikroorganisme berupa lesi yang tidak khas baik berupa erosi, papul, atau ulkus yang sembuh sendiri tanpa pengobatan. Beberapa minggu kemusian timbul pembengkakan kelenjar getah bening. Tumor tampak merah dan nyeri, pelunakan yang terjadi tidak serentak sehingga memecah dengan fistel. Penyakit meluas ke kelenjar getah bening di rongga panggul. Pada wanita, disamping gejala diatas, manifestasi dapat terjadi pada kelenjar iliaka, sehingga terjadi nyeri waktu buang air besar atau berhubungan seksual.

  1. Herpes Genetalis

Atau biasa disebut jengger ayam (genital warts). Di tularkan melalui kontak atau hubungan badan (seksual). Virus yang menularkan disebut Papilioma virus

  1. Kutu kemaluan

Adalah suatu pennyakit kelamin yang ditandai gatal pada kemaluan yang disebabkan oleh sejenis kutu.

  1. J.  LANDASAN TEORI

Teori Aksi (Action Theory)

Beberapa asumsi fundamental Teori Aksi dikemukakan oleh Hinkle dengan merujuk pada karya Mac Iver, Znaniecki dan Parsons sebagai berikut

1)      Tindakan manusia muncul dari kesadarannya sendiri sebagai subyek dan dari situasi eksternal dalam posisinya sebagai obyek.

2)      Sebagai subyek manusia bertindak atau berperilaku untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Jadi tindkan manusia bukan tanpa tujuan.

3)      Dalam bertindak manusia menggunakan cara, teknik, prosedur, metode serta perangkat yang diperkirakan cocok untuk mencapai tujuan tersebut.

4)      Kelangsungan tindakan manusia hanya dibatasi oleh kondisi yang tidak dapat diubah dengan sendirinya.

5)      Manusia memilih, menilai dan mengevaluasi terhadap tindakan-tindakan yang akan, sedang dan yang telah dilakukan.

6)      Ukuran-ukuran, aturan-aturan atau prinsip-prinsip moral diharapakan timbul pada saat pengambilan keputusan.

7)      Studi mengenai antar hubungan social memerlukan pemakaian teknik penemuan yang bersifat subyektif.

  1. K.   KERANGKA BERPIKIR

Lingkungan Sosial

Pekerja Seks Komersial

Penularan Penyakit Kelamin


Kerangka berpikir diatas menjelaskan bahwa terjadi hubungan saling mempengaruhi antara pekerja seks komersial, penularan penyakit kelamin dan lingkungan social. Arah panah tersebut menjelaskan pengaruh PSK tehadap limgkungan social dan penularan penyakit kelamin dan begitu juga sebaliknya. Jadi apabila salah satu terjadi peningkatan atau sesuatu hal, akan mempengerahui faktor-faktor yang tersebut.

  1. L.     METODELOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Diharapkan dapat menjelaskan pengaruh meningkatnya pekerja seks komersial terhadap penyakit kelamin dan lingkungan sosialnya di Kabupaten Batang.

a)    Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek / subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari (Sugiono, 1998 : 57). Adapun populasinya yaitu para pekerja seks komersial di kabupaten Batang.

b)   Sampel

Menurut Arikunto (2002), sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sample juga merupakan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 1998: 57). Dalam penelitian ini, akan diambil secara random

c)    Variabel penelitian

Variabel adalah konsep yang memilki variasi nilai (Effendi, 2002). Variabel diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan peneliti. Ada dua variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel bebas (independent variabel) dan variabel terikat (dependent variabel). variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi, dan variabe terikat merupakan variabel yang di pengaruhi oleh variabel bebas.

  • Variabel Bebas (independent variabel)

variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi. Dan dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah pendidikan berbasis mayarakat sebagai metode pengajaran.

  • variabel terikat (dependent variabel)

Variabel teriakat adalah yang dipengaruhi. Dan dalam penelitian ini, variabel terikatnya adalah mata pelajaran sosiologi untuk meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar siswa.

d)   Metode Pengumpulan data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, pengamatan lansung, kuesioner dan metode analisis data.

  1. Metode survei

Penelitian survey identik dengan penelitian kuantitatif. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singrimbun dan Effendi, 1995 : 3).

  1. Metode pengamatan langsung (participant observation)

Menurut Surakhmad (1982: 162) yang dimaksud metode pengamatan langsung yaitu suatu metode yang digunakan, dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung kepada subyek yang diteliti. Dengan menggunakan metode seperti ini, maka akan memudahkan peneliti dalam mengkaji dan dalam mengambil data dari masyarakat.

  1. Metode Kuesioner dan Angket

Metode kuesioner yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk meperoleh informasi daro responden tentang pribadi (Arikunto,1999: 124)

e)    Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini  adalah menggunakan uji t. uji t dapat dilanjutkan apabila berdistribusi normal. Untuk itu digunakan teknik Uji normalitas. Uji kenormalan merupakan bagian pendahuluan yang penting dalam menganalisis data. Hasil uji kenormalan ini berhubungan dengan jenis statistik yang akan digunakann dalam penelitian. Jika data berdistribusi normal maka uji hipotesis menggunakan statistik parametrik. Jika data berdistribusi normal, maka statistik yang digunakan adalah statistik non parametrik.

Uji kenormalan dapat dilakukan dengan menggunakan teknik uji chi kuadrat. Rumus yang digunakan adalah sebgai berikut:

X2 =

Keterangan

X2 = chi kuadrat

Oi = frekuensi pengamatan

Ei = frekuensi yang diharapkan

K = kelas interval

Data berdistribusi normal jika X2hitung < X 2tabel dengan a = 5% dan dk = k -3 (Sudjana, 1996 : 293)

f)     Metode analisis data

  1. Menentukan Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan dan keahlian suatu instrument. Sebuah instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang dikehendaki. Uji validitas instrumen digunakan teknik uji validitas dengan korelasi product moment dari Pearson :


keterangan:

rxy                   : koefisien korelasi

X              : skor butir

Y              : skor total yang diperoleh

N              : Jumlah responden

∑XY        : Jumlah hasil perkalian antara skor x dan skor y

∑X2             : jumlah kuadrat nilai X

∑Y2             : jumlah kuadrat nilai Y

(Arikunto, 2002: 146)

Sedangkan untuk mementukan valid tidaknya instrument adalah dengan cara mengkonsultasikan hasil perhitungan koefisien korelasi dengan tabel nilai koefisien (r0) pada taraf signifikan 5 % atau taraf kepercayaan 95 %.

Apabila rxy ≥ rtabel → valid

Apabila rxy ≤ rtabel → tidak valid

  1. Menentukan Reliabilitas

Menurut Arikunto (2002: 154) reliabilitas menunjukkan suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data.

Untuk menguji coba instrumen dalam penelitian ini, peneliti menggunakan reliabilitas internal yaitu dengan cara menganalisis data dari satu kali pengetesan. Rumus yang digunakan adalah rumus alpha :

r=

Keterangan:

r11 : reliabilitas instrument

k   : bnyaknya butir pertanyaan atau soal

∑σb2         : jumlah varians butir

σt2            : varians total

(Arikunto, 2002: 171)

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gde. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Arcan

Singarimbun, Masri dan Effendi, Sofyan. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta : LP3ES

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Hutabarat, D.B. 2004. Penyesuaian Diri Perempuan Pekerja Seks dalam

Kehidupan Sehari-hari.

Kartono, K. 2005. Patologi Sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Koentjoro. 1996. Prostitusi di Indonesia: Sebuah Analisis Kasus di Jawa. Buletin

Psikologi, IV, 2, 42-54

http://ekanurmawaty.blogspot.com/2010/03/makalah-pekerja-seks-komersial.html (17 Juli 2011)

http://id.wikipedia.org

http://www.geocities.com

http://obat-penyakit-kelamin.blogspot.com/2011/02/pengertian-penyakit-kelamin.html (18 Juli 2011)

INSTRUMEN ANGKET

Identitas Responden

1)      Nama   Lengkap                      :…………………………………………………

2)      Nama Panggilan                      :…………………………………………………

3)      Tempat dan Tanggal Lahir      :…………………………………………………

4)      Alamat                                                :………………………………………………….

5)      Status Kawin                          :…………………………………………………

6)      Anak ke                                   :……..dari……..

7)      Pekerjaan                                 :…………………………………………………

8)      Hobi                                        :…………………………………………………

  1. A.    Tujuan           : Mengetahui tanggapan masyarakat terhadap pengaruh meningkatnya pekerja seks komersial terhadap penyakit kelamin dan lingkungan sosialnya di Kabupaten Batang.
  2. B.     Petunjuk pengisian:
    1. Bacalah pertanyaan berikut  ini dengan baik dan benar(jujur).
    2. Pilih atau jawablah pertanyaan yang menurut anda anggap benar dan menjadi jawaban anda.
    3. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda pilih.
    4. Jawaban yang anda berikan tidak mempengaruhi kehidupan pribadi anda.
    5. C.    Pertanyaan
  • Masyarakat secara umum
  1. Apakah Anda tahu tentang tempat pekerja seks komersial yang ada di Batang?
    1. Ya, saya tahu secara pasti.
    2. Ya, saya tahu tapi belum jelas.
    3. Tidak, tapi hanya sebatas tahu.
    4. Tidak, saya tidak tahu sama sekali.
    5. Dari mana anda tahu akan hal itu?
      1. Tahu sendiri
      2. Dari orang lain
      3. Dari televise
      4. Lainnya(sebutkan)…..
      5. Sejak kapan Anda tahu akan hal tersebut?
        1. Satu tahun yang lalu
        2. Satu bulan yang lalu
        3. Satu minggu yang lalu
        4. Lainnya(sebutkan)….
        5. Apakah anda tahu akan penyakit menular?
          1. Iya tahu sekali
          2. Iya, tahu
          3. Kurang tahu
          4. Tidak tahu sama sekali
          5. Darimana Anda tahu akan penyakit menular?
            1. Buku
            2. Televisi
            3. Radio
            4. Lainnya(sebutkan)…
  • Pekerja seks komersial atau yang terlibat
  1. Sudah berapa lama anda menjadi PSK?
    1. < 1 tahun
    2. 1-3 tahun
    3. 3-5 tahun
    4. > 5 tahun
    5. Siapakah yang mengajak atau menyuruh anda untuk menjadi PSK?
      1. Tidak ada (sendiri)
      2. Teman
      3. Orang lain
      4. Suami / keluarga
      5. Berapakah jumlah pelanggan anda dalam satu hari?
        1. 20 orang
        2. 20-15 orang
        3. 15-10 orang
        4. < 10 orang
        5. Selain menjadi PSK dalam prostitusi ini anda berperan menjadi apa?
          1. PSK saja
          2. Pemandu karaoke
          3. Mami (induk semang)
          4. Lainnya (sebutkan)…
          5. Apakah anda menggunakan alat kontrasepsi (kondom) ketika berhubungan badan dengan pelanggan?
            1. Ya
            2. Tidak
            3. Siapakah yang meminta untuk memakai kondom?
              1. Anda sendiri
              2. Pelanggan
              3. Induk semang (mami)
              4. Apakah anda tahu akan penyakit menular?
                1. Tahu
                2. Tidak terlalu tahu
                3. Kurang tahu
                4. Apakah anda tidak takut terkena penyakit kelamin?
                  1. Iya
                  2. Tidak
                  3. Sepengetahuan anda apakah ada yang telah terkena penyakit kelamin menular?
                    1. Sudah ada
                    2. Belum ada
                    3. Tidak tahu
                    4. Usaha apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam pencegahan penyakit kelamin menular disini?
                      1. Memberikan vaksin secara rutin
                      2. Membagikan kondom secara gratis
                      3. Tidak ada
                      4. Lainnya(sebutkan)…

Terima Kasih